*Mengkritisi Sholawat Busyro dan Asal-Usulnya: Bijak Memilih Amalan dalam Islam*
Sholawat Busyro diklaim diijazahkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada salah satu putra Habib Hasan Baharun, yaitu Habib Segaf bin Hasan Baharun. Kita perlu mencermati lebih dalam atas sebuah data-fakta valid yang telah ditemukan bahwa kelompok klan ba’alwi sejauh ini tidak dapat menunjukkan bukti atas klaim nasab mereka sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW tidak sah secara ilmiah, historis, maupun genealogis. Sejarah juga mencatat berbagai kejahatan yang melibatkan klan ini, sehingga perlunya kehati-hatian dalam mengamalkan sesuatu yang bersumber dari mereka.
*Konteks Sejarah dan Kejahatan Klan Ba’alwi*
Beberapa fakta penting yang perlu diingat tentang klan Ba’alwi:
1. *Klaim Nasab yang Tidak Sah*
Penelitian ilmiah, termasuk analisis haplogroup genetik, menunjukkan bahwa klaim Ba’alwi sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW tidak dapat dibuktikan. Banyak ahli sejarah, filologi, dan genetika yang menolak validitas klaim ini berdasarkan data empiris.
2. *Pengkhianatan terhadap Perjuangan Bangsa*
Sejarah mencatat sejumlah pengasingan besar yang melibatkan klan ini, seperti:
o *Pengkhianatan terhadap Pangeran Diponegoro* oleh Habib Ibrahim Baabud, yang menyebabkan dia ditangkap oleh Belanda.
o *Peran Habib Usman bin Yahya dalam Peristiwa Geger Cilegon* , yang menyebabkan banyak ulama gugur.
o *Kolaborasi Habib Abdurrahman Azair dengan Snouck Hurgronje* dalam perang Aceh.
o *Pengkhianatan oleh Habib Hamid AL Aidrus terhadap Demang Lehman* , pejuang Kalimantan Selatan, yang berujung pada penangkapan dan hukuman gantung oleh Belanda.
3. *Amalan dari Hasil Mimpi*
Sholawat Busyro diklaim berasal dari mimpi seorang habib, padahal mimpi adalah pengalaman subjektif yang tidak dapat dijadikan dasar hukum dalam Islam. Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan:
“Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia mengambil tempatnya di neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jika mimpi dijadikan dasar untuk membuat amalan baru, risikonya adalah distorsi dalam agama, terutama jika amalan tersebut digunakan untuk membangun glorifikasi terhadap kelompok tertentu.
________________________________________
*Bijaklah dalam Memilih dan Mengamalkan Sholawat*
1. *Menghindari Sumber Tidak Jelas*
Amalan yang bersumber dari individu atau kelompok dengan rekam jejak yang diselidiki, seperti klan Ba’alwi, harus dikaji ulang sebelum diamalkan. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk memastikan dasar setiap ibadah berasal dari Al-Qur’an dan hadis sahih.
2. *Waspada terhadap Glorifikasi Berlebihan*
Amalan yang dijadikan alat glorifikasi terhadap kelompok tertentu berpotensi membawa umat pada penyimpangan. Dalam kasus Sholawat Busyro, sumbernya yang berasal dari mimpi seorang habib dari klan yang telah terbukti melakukan banyak glorifikasi dan kisah sejarah, patut menjadi perhatian serius.
3. *Sholawat yang Sesuai Tuntunan Nabi SAW dan Ulama Terpercaya*
Sholawat adalah ibadah yang agung dan menjadi wujud cinta umat kepada Rasulullah SAW. Agar ibadah ini diterima dan mendatangkan keberkahan, penting bagi kita untuk melakukannya sesuai dengan tutunan Nabi SAW dan panduan ulama yang terpercaya.
Sholawat Ibrahimiyah adalah bentuk sholawat yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada para sahabatnya. Keutamaannya dijamin oleh Nabi SAW sebagai bentuk sholawat terbaik. Firman Allah SWT:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam hormat kepadanya.” (QS. Al-Ahzab : 56).
Selain itu, para ulama yang terpercaya juga telah mengajarkan berbagai bentuk sholawat yang bersumber dari hadis-hadis shahih atau memiliki dasar yang kuat dalam syariat Islam. Berpegang panduan pada ulama terpercaya memastikan kita tidak terjerumus dalam amalan yang diragukan sumbernya.
Ajakan:
Berusahalah untuk senantiasa bersholawat dengan lafaz yang diajarkan oleh Nabi SAW, atau sholawat yang telah disepakati kebaikannya oleh para ulama terpercaya. Sholawat yang asal-usulnya tidak jelas atau dibuat tanpa dasar yang kuat, agar ibadah kita tetap sesuai dengan syariat dan mendatangkan ridha Allah SWT.
________________________________________
*Pelajaran dari Sejarah*
Mengingat jejak jejak klan Ba’alwi dalam sejarah, berikut adalah beberapa poin penting:
• *Pengkhianatan terhadap para pejuang agama dan bangsa* yang telah dijelaskan sebelumnya menunjukkan bahwa klan ini lebih sering berada di sisi kekuasaan kolonial daripada berjuang bersama rakyat.
• *Distorsi sejarah* dan upaya memuliakan diri melalui klaim nasab atau amalan baru adalah bagian dari pola perilaku mereka.
________________________________________
*Sebuah renungan:*
Sholawat adalah ibadah yang mulia. Namun, umat Islam harus bisa menyelaraskan diri dalam mengamalkan sholawat yang bersumber dari Nabi saw dan Ulama yang terpercaya serta mawas diri untuk bisa berhati-hati mengambil amalan dari individu atau kelompok dengan rekam jejak yang diragukan seperti klan ba’alwi.
*Ajakan:*
• Amalkan sholawat yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis sahih, atau Ulama yang terpercaya.
• Hindari amalan yang berasal dari sumber yang tidak jelas, terutama dari kelompok yang memiliki rekam jejak glorifikasi dan klaim palsu seperti klan Ba’alwi.
Dengan demikian, kita dapat menjaga kemurnian ajaran Islam dan tidak terjebak dalam amalan yang dapat menjauhkan kita dari ridha Allah SWT.
*Mengkritisi Kejanggalan dan Keanehan Sholawat Busyro*
Setelah mencermati teks *Sholawat Busyro* , terdapat sejumlah kejanggalan dan keanehan jika dibandingkan dengan sholawat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW maupun yang disusun oleh ulama terdahulu. Berikut adalah penjelasan kritis mengenai hal ini:
________________________________________
*1. Tidak Menyebutkan Keluarga Nabi (Ahlul Bait) dan Sahabat*
Salah satu kejanggalan utama dari teks Sholawat Busyro adalah tidak adanya penyebutan keluarga Nabi Muhammad SAW (Ahlul Bait) maupun sahabat Nabi . Padahal, dalam sholawat yang diajarkan Nabi SAW, seperti Sholawat Ibrahimiyah , keluarga Nabi (آل محمد) menjadi bagian inti. Contoh lafaz dalam Sholawat Ibrahimiyah:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ…
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad…”
Keluarga Nabi dan sahabat adalah pilar penting dalam penyebaran Islam. Tidak termasuk mereka dalam teks sholawat dapat dianggap sebagai pengurangan terhadap keutamaan sholawat , yang bertentangan dengan tradisi sholawat dalam Islam.
________________________________________
*2. Fokus yang Tidak Lazim: Guru, Siswa, dan Orang Tertentu*
Sholawat Busyro mengalihkan fokus kepada:
• Keluarga ,
• Anak-anak ,
• Guru ,
• Pengajar , dan
• Siswa-siswi .
Meski doa untuk individu tertentu diperbolehkan dalam Islam, mengutamakan doa semacam ini dalam sholawat justru *tidak mencerminkan tradisi Nabi SAW* . Sholawat yang diajarkan Nabi Muhammad SAW selalu bersifat universal, mendoakan seluruh umatnya, bukan kelompok tertentu saja.
________________________________________
*3. Hanya berdasarkan mimpi dan bukan dari golongan orang yang terpercaya (dari klan ba’alwi)*
Sholawat Busyro diklaim sebagai hasil dari “mimpi seorang habib.” Klaim ini memiliki masalah yaitu:
• *Mimpi bukan dalil syar’i:* hanya dari Mimpi, apalagi dari individu yang kredibilitasnya dipertanyakan seperti klan Ba’alwi.
________________________________________
*4. Tidak Universal dan Terlalu Personal*
Sholawat Busyro lebih banyak menitikberatkan doa pada guru, siswa, dan keluarga , sehingga kehilangan nilai universalitas yang ada dalam sholawat yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Sholawat seharusnya menjadi doa yang mencakup seluruh umat Nabi, bukan hanya kelompok atau individu tertentu.
________________________________________
*5. Tidak Sejalan dengan Tradisi Sholawat Ulama Terdahulu*
Jika dibandingkan dengan sholawat yang disusun ulama terdahulu, seperti Sholawat Nariyah , Sholawat Munjiyat , atau Sholawat Tafrijiyah , Sholawat Busyro ini terasa aneh. Ulama-ulama terdahulu selalu memastikan:
• Penyebutan Nabi Muhammad SAW dengan keluarga dan sahabatnya.
• Menggunakan bahasa doa yang bersumber dari tradisi Nabi SAW atau didasarkan pada dalil yang kuat.
Berikut Lirik Sholawat Busyro Arab, Latin, dan Arti
اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ صَاحِبِ الْبُشْرى صَلَاةً تُبَشِّرُنَابِهَا وَاَهْلَنَا وَاَوْلَادَنَا وجَمِيْعَ مَشَايِخِنَا وَمُعَلِّمِنَا وَطَلَبَتَنَا وَطَالِبَاتِنَامِنْ يَوْمِنَاهذَااِلى يَوْمِ الْأَخِرَةِ
Allaahumma shalli wa sallim ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin shaahibil busyraa shalaatan tubasysyiruna bihaa wa ahlanaa wa awlaadanaa wa jamii’a masyaayikhinaa wa mu’alliminaa wa thalabatanaa wa thaalibaatinaa min yawminaa haadzaa ilaa yawmil aakhirah
Artinya:
“Ya Allah, semoga rahmat dan keselamatan senantiasa tercurah limpahkan kepada junjungan kami Baginda Nabi Muhammad pemilik kabar gembira yang memberi kabar gembira kepada keluarga kami, anak-anak kami, guru-guru kami, para pengajar kami, dan siswa-siswi kami sejak hari ini hingga sampai hari akhir.”