Apakah Ini Pasukan Hitam Yang Sesungguhnya..??
Oleh : Husni Mubarok Al Qudusi
Dahulu pertama kali simbol pasukan Hitam di perkenalkan oleh Penguasa Dinasti Abbasiah, yaitu al-Mutawakkil.
Baju hitam menjadi simbol kekuasaan al-Mutawakkil. Di acara kenegaraan atau perayaan-perayaan baju hitam menjadi pakain wajib bagi para pendukung penguasa. Baju hitam akhirnya menjad ngetran dan menunjukan status sosial serta pandangan politik pemakainya. Meski ada juga yang sekadar memakainya untuk gaya-gayaan saja.
Baju hitam diberikan pula kepada imam Ahmad bin Hanbal dan keluarganya. Tapi imam Ahmad tidak menerimanya berikut hadiah-hadiah yang diberikan padanya. Dia pun melarang keluarganya untuk menerima. Karena baju hitam itu simbol persetujuan kepada segala kebijakan penguasa sementara tidak dapat dipastikan akan adil semuanya.
Fatwa haram memakai dan menjual baju hitam pun keluar dari imam Ahmad. Kadang menggunakan kalimat “makruh.” Ada seorang penjahit baju bertanya kepada imam Ahmad tentang hukum menjahit baju hitam untuk konsumen. Imam Ahmad menjawab “haram.”
Pertanyaan tentang baju hitam yang diajukan kepada imam Ahmad sampai kepada hukum suami membelikan baju hitam untuk istrinya yang minta dibelikan. Imam Ahmad menjawab, hukum baju hitam untuk perempuan lebih mudah. Yakni ada toleransi dan kelonggaran hukum. Tapi tetap harus dilihat tujuannya. Karena bisa saja istri pun punya kepentingan politik.
Hukum haram pada baju hitam bukan karena substansinya tapi karena tujuan di baliknya. Sama halnya dengan hukum haram menjual, meminjamkan, atau membuat senjata untuk orang yang diketahui akan berbuat dosa dengan senjata itu. Yakni, memakai, menjual, dan menjahit baju hitam pada zaman itu sama dengan membantu penguasa mensukseskan kezalimannya. Membatu yang haram adalah haram.
Di abad 20 muncul Gerakan Taliban yang di branding sebagai pasukan panji hitam, sering disebut hanya sebagai Taliban atau Taleban dari bentuk jamak bahasa Arab: طالب thalib, “pencari”, para anggotanya menyebut organisasinya secara resmi sebagai Keamiran Islam Afganistan, dalah gerakan nasionalis Islam Deobandi pendukung Pashtun yang secara efektif menguasai hampir seluruh wilayah Afganistan sejak 1996 sampai 2001 serta kembali menguasai Afganistan pada 2021.
Kelompok Taliban dibentuk pada September 1994, mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan Pakistan. Saat ini, Taliban adalah satu dari dua entitas politik yang sama-sama mengklaim sebagai pemerintah yang sah atas Afganistan di samping pihak Republik.
Sedang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah organisasi politik Islam yang berjuang untuk menegakkan syariat Islam di Indonesia dan di seluruh dunia. HTI merupakan gerakan Islam transnasional yang didirikan oleh Syaikh Taqiyuddin al-Nabhani di Palestina pada tahun 1953. HTI yang kantor pusatnya di London Inggris memiliki cabang di hampir 30 negara, termasuk Indonesia.
HTI memiliki beberapa pandangan dan perjuangan, di antaranya:
- HTI menolak demokrasi dan ingin menggantinya dengan ideologi Islam. HTI memandang demokrasi sebagai sistem yang kufur dan bertentangan dengan hukum-hukum Islam.
- HTI ingin menegakkan kembali khilafah Islamiyyah, yaitu sistem pemerintahan yang dipimpin oleh seorang khalifah.
- HTI menyerukan umat Islam untuk mengemban dakwah Islam tanpa memandang ras, warna kulit, atau mazhab.
HTI masuk ke Indonesia pada tahun 1983 yang dibawa oleh Abdurrahman Al-baghdadi. HTI aktif di Indonesia dengan mengorganisir demonstrasi, seminar, diskusi publik, dan publikasi melalui media. Namun Pada 19 Agustus 2017, pemerintah Indonesia membubarkan HTI karena dianggap bertentangan dengan ideologi Pancasila dan UUD 1945.
Yang berciri warna hitam lainnya adalah Al-Qaeda (bahasa Arab: القاعدة, translit “kaidah, fondasi atau dasar”) adalah suatu organisasi paramiliter yang salah satu tujuan utamanya adalah mengurangi pengaruh luar terhadap kepentingan Islam. Al-Qaeda ini adalah organisasi teroris internasional oleh Amerika Serikat, Israel, Palestina, PBB, Uni Eropa, Britania Raya, Kanada, Uni Emirat Arab, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, Arab Saudi, Rusia, Tiongkok, Indonesia, dan beberapa negara lain.
Al Qaeda didirikan pada periode sekitar tahun 1988 dan dibentuk oleh Osama Bin Laden, Abdullah Azzam, dan beberapa sukarelawan Arab lainnya dengan tujuan menggalang kekuatan.
Berikut beberapa hal terkait Al-Qaeda:
- Al-Qaeda menyerang kepentingan negara-negara Barat di seluruh dunia.
- Al-Qaeda menjatuhkan pemerintahan di Asia dan Afrika yang dianggap tidak tunduk pada syariat Islam.
- Al-Qaeda telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh PBB, Amerika Serikat, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan beberapa negara.
- Al-Qaeda Semenanjung Arab mendirikan emirat pada Revolusi Yaman tahun 2011, namun kekuasaannya melemah setelah adanya Intervensi Asing pada Perang Saudara Yaman.
- Al-Qaeda di Islam Maghreb (AQIM) bertujuan untuk melengserkan pemerintahan Aljazair dan mendirikan sebuah negara Islam.
- Membidani lahirnya ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria) momok terorisme global.
Wajib kita ketahui bahwa mereka semua menggunakan narasi warna hitam / panji hitam bukanlah alamiyah namun secara treatment memiliki tujuan politis serta untuk memuluskan kepentingan kelompok tertentu. Beberapa aksi mereka pun tidak menampilkan wajah Islam rahmatanlilalamin yang di contohkam oleh Nabi SAW.
Disebutkan dalam hadits riwayat Ibnu Majah bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Kemudian muncul lah bendera-bendera hitam dari arah Timur, lantas mereka memerangi kaum dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu.” Kemudian, beliau melanjutkan sabdanya “Maka jika kamu melihatnya, berbaiatlah walaupun dengan merangkak di atas salju. Karena dia adalah khalifah Allah, Al-Mahdi.”
Kita garis bawahi bahwa, wilayah paling timur yang memiliki komunitas umat Islam paling banyak adalah Negri Nusantara jika kita tarik dari pusat kiblatnya sholat yaitu Ka’bah.
Sampai hari ini tidak ada yang tahu siapa yang pertama kali dan mengusulkan warna hitam / panji hitam sebagai ke-khas-an PWI Laskar Sabilillah. Para anggotanya pun sangat mencintai tanah kelahirannya, walaupun diantaranya banyak yang berpenampilan awut-awutan namun memiliki ketinggian akhlaq serta literasi ilmiyah diatas rata-rata. Mereka menampakan wajah Islam yang rahmatanlilalamin yang di ajarkan oleh Nabi SAW.
Hari ini PWI Laskar Sabilillah melawan para pendusta pencangkok nasab Nabi SAW serta mereduksi akidah rasisme dalam beragama. Lihatlah para pendusta itu mereka menawarkan kebaikan bagi yang mengikutinya dan yang tidak mau mengikuti di ancam dengan kualat, sedang siapapun yang mengikutinya akan menjadi budak untuk diperas sampai kering. Sangatlah mirip dengan ajakan Dajjal.
Era ini hanyalah pemanasan dan persiapan untuk perjuangan di masa depan. Pada akhirnya nanti pembawa panji hitam akan melawan Dajjal yang sesungguhnya.
Waallahu Alam